Inspirasi STIFIn Personality

Inspirasi dari keseluruhan STIFIn Personality adalah jangan berdiam diri dan menanti. Lakukanlah sesuatu, berbuatlah yang terbaik. Tuhan menginginkan kita semua menjadi terbaik. Untuk itu Tuhan telah memberikan ‘senjata keberhasilan’ agar kita menjadi yang terbaik. Sambutlah pemberian Tuhan tersebut dengan sukacita. Dalam paket pemberian Tuhan tersebut terdapat rahasia, kekuatan, dan kelemahan. Ke tiganya berada dalam satu paket yang mesti diterima sekaligus. Kenali paket tersebut. STIFIn Personality menuntun Anda memahami paket ‘senjata keberhasilan’ tersebut secara baik.

Test Finger Print STIFIn

Tes STIFIn dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari Anda, mengambil waktu tidak lebih dari 1 menit...

Penggarapan Bakat dan Pembinaan Intesif

“Saya sudah berlatih secara maksimal, saya sudah berusaha tetapi mengapa koqmasih belum juara juga”. Mau pontang-panting sepertiapapun berlatih selama prestasi belum bergerak itu namanya bukan berusaha. Itu hanya disebut bergaya.

Mengetahui Potensi Genetis dan Bakat Alami

Setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita..

Rumah STIFIn Banten Card

Rumah STIFIn Banten Card adalah produk terbaru dari Rumah STIFIn banten. Setiap member yang terdaftar akan mendapatkan fasilitas : Diskon 10% Tes STIFIn, Gratis Konseling Hasil Tes Seumur Hidup, Gratis Seminar Parenting STIFIn Banten, Potongan Harga di Merchant berlogo Rumah STIFIn Banten

Pilih Mengalir atau Terdisain

Kehidupan yang mengalir adalah bagian dari takdir Tuhan. Maka jangan terlalu berambisi biarkanlah hidup kita ini ikut apa adanya sebagaimana Tuhan mau. Tugas kita adalah berusaha yang terbaik. Kenapa harus sibuk-sibuk mengatur Tuhan.

Kata Pengantar dari Pak Farid Poniman (Penemu STIFIn Personality)

Sumberdaya yang dimiliki manusia sangat terbatas. Salah satunya, dan justru yang teramat penting, yaitu sumberdaya waktu; karena umur manusia terbatas. Dalam keterbatasan itu gunakan sumberdaya yang dimiliki sebijak mungkin. Karena kebanyakan manusia pada akhirnya banyak yang menyesalkan perjalanan hidupnya dengan ungkapan yang terprediksi yaitu: 'yaalaitani' atau 'if only' atau 'jika seandainya'. "Jika seandainya dulu saya punya orangtua kaya, maka nasib saya mungkin sudah jadi pengusaha besar". Ungkapan yang senada seperti itu harus digaris bawahi sebagai ungkapan basi. 

Semakin terbatas sumberdaya seseorang, semakin ia perlu berstrategi untuk men-SuksesMulia-kan hidupnya. Ilmu STIFIn, merupakan ilmu yang paling jitu, jika ingin berstrategi dalam mengelola hidup setiap orang. Saudara Beni Badaruzaman, melakukan co-creation terhadap ilmu STIFIn dengan menggunakan merek baru yaitu Brain Genetic Potential.
Membimbing bagaimana caranya agar tidak salah mengelola masa depan. Khususnya masa depan anak. 

Sebagai penggiat STIFIn yang punya nyali, dengan bekal pengalaman dan wawasan yang ada, saudara Beni Badaruzaman siap berbagi kepada Anda semua tentang apa yang telah ia pelajari dan praktikan khususnya kepada dirinya sendiri dan keluarganya di bidang STIFIn Learning, Parenting, dan Profession. Ini tentu saja menggugah para pegiat STIFIn yang lain untuk meniru keberanian Saudara Beni, karena Pengetahuan tidak berarti apa – apa sebelum dipraktikan. 

Selamat menikmati co-creation dari ilmu STIFIn karya Saudara Beni Badaruzaman, Tahniah. 

Bekasi, 13 April 2014 
Farid Poniman 
Penemu STIFIn

Untuk Pelanggan HU Banten Raya dari Rumah STIFIn Banten


Penjelasan Hasil Tes INSTICT (In)


Penjelasan Hasil INSTING
In adalah singkatan dari Insting. Menggunakan dua huruf supaya tidak sama dengan singkatan Intuiting. Jika dua huruf Inbergandengan merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut konsep STI- FIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan In adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Pada mesin kecerdasan In tidak memiliki kemudi kecerdasan, baik i (introvert) ataupun e (ekstrovert). Karena secara fisik otak tengah yang menjadi milik In memang tidak memiliki lapisan yang berwarna abu-abu dan putih. Dengan demikian Inselain berperan sebagai mesin kecerdasan juga merupakan kepribadian genetik.
Pengertian sederhana dari Insting adalah jenis kecerdasan atau kepribadian genetik yang berbasiskan kecerdasan naluri atau indera ketujuh yang proses kerjanya dikemudikan secara otomatis karena tidak memiliki kemudi. Kepribadian In ini memiliki kekhasan karena memi- liki kemampuan berkorban bagi kepentingan yang lebih besar melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan berkorban atau disebut AQ (Altruist Quotient).
Sistem operasi pada tipe In berada di belahan otak tengah.Otak tengah menyangga keempat belahan otak sama baiknya. Jika otak ten- gah kuat maka pada tingkat tertentu dapat membantu memperkuat ke- empat belahan otak lainnya. Terutama karena otak tengah menjadi hub bagi keempat belahan otak lainnya sehingga proses koordinasi, harmonisasi, dan keseimbangan otak dapat berjalan secara baik.
Karena tidak memiliki kemudi, otak tengah akan memberi reaksi spontan pada setiap stimulus yang masuk. Meski syaraf terlebih dahulu tiba di otak tengah sebelum menyebar kepada empat belahan otak lain- nya namun bukan berarti keempat belahan otak itu tidak dilibatkan ketika otak tengah ingin merespon sesuatu. Meskipun tanpa kemudi proses koordinasi respon holistik oleh seluruh otak terjadi. Hal itu di- tunjukkan oleh kemampuan otak tengah merespon secara holistik pada setiap respon yang datang.
Mesin kecerdasan In sesungguhnya identik dengan reflek. Mer- eka memiliki reflek yang cepat. Reflek yang bersumber dari hasil pen- golahan yang holistik ini membuat tipe In dalam kesehariannya mudah beradaptasi.Ia seperti dapat mengakses sama baiknya kepada empat belahan otak yang lain. Bahkan secara fisik pun tipe In memiliki ke- mampuan adaptasi fisik yang baik terhadap lingkungan. Pada cuaca lingkungan dan mental seperti orang S ia akan menyesuaikan seperti orang S juga. Demikian seterusnya dengan tiga belahan otak lainnya.
Bentuk badannya datar (stenis) ditandai dengan garis bahu yang lurus rata ke samping. Dengan bentuk badan yang datar ditambah leher yang pendek dengan posisi otak tengah yang paling dekat dengan tulang belakang dan pada saat yang sama otak tengah tersebut me- nyangga keempat belahan otak sama baiknya maka hal itu membuat tipe In memiliki fungsi tubuh yang serba bisa. Fungsi keserba-bisaannya yang digabung dengan kekuatan refleksnya membuat tipe In seolah- olah akan survive diletakkan di lingkungan seperti apapun atau diter- junkan di profesi apapun.
Faktor serba bisa dan daya adaptasi fisik dan adaptasi kecerdasan yang tinggi menyebabkan panggilan jiwa dari tipe In selalu ingin ber- peran sebagai mitra (partner) bagi tipe lainnya. Meskipun harus menjadi orang nomer dua dalam kemitraan tersebut ia tidak terlalu memper- masalahkan yang penting ia dapat menjadi mitra bagi tipe lainnya di level yang lebih baik. Hal seperti ini tidak akan terjadi pada tipe ke- pribadian yang lain. Karena mereka selalu ingin menjadi nomor satu dalam kemitraan tersebut.
Dalam menjalankan fungsi kemitraan tersebut ia memasang tar- get menghasilkan pertumbuhan dari masa ke masa meskipun kecil atau sedikit yang penting ada pertumbuhan. Sebenarnya tipe In tidak suka dengan langkah-langkah revolusioner karena hanya akan meningkatkan suhu kerja yang akan membuat suasana tegang. Sementara tipe In me- nyukai suasana damai dan tenteram tanpa konflik. Termasuk mengapa ia terpanggil untuk menjadi orang kedua karena tidak ingin menjadi sasaran tembak jika menjadi orang nomor satu.
Jika ia bisa bekerja secara tenang dan damai maka salah satu ke- mampuan dia yang lain akan perform, yaitu memiliki mata ketiga dalam melihat terhadap setiap peristiwa. Hasil pengamatan mata ketiga tersebut adalah ia dapat melihat hikmah yang tersembunyi di balik setiap ke- jadian, atau dapat memaknai secara spiritual terhadap setiap kejadian, atau mendapatkan informasi penting dari indera ketujuh (naluri)-nya.
Harapan terbesarnya yaitu ia selalu memberikan kontribusi pada lingkungan sosialnya. Ia merasa hampa jika merasa tidak menolong atau berkontribusi terhadap lingkungannya. Hal yang paling menyakit- kan baginya adalah ketika ia ditolak oleh lingkungannya. Kemampuan adaptasinyalah yang membawanya untuk berkontribusi lebih banyak kepada lingkungannya. Demikian juga dalam pengelolaan uang, ia merasa sedih jika tidak bisa menolong orang lain yang memerlukannya. Tabiatnya terhadap uang adalah selalu ingin menolong orang. Akibat- nya uang habis bukan untuk diri sendiri melainkan untuk menolong orang lain.
Ketulusannya untuk selalu menolong dan berkontribusi membuat pihak lain secara cepat memberikan merek sesuai dengan tingkat ke- berperannya yang tinggi. Dan ia sendiri menyadari bahwa jika tidak berperan dimana-mana ia akan kehilangan makna hidupnya. Kuantitas keberperanannya cukup tinggi. Ia seolah-olah ketarik kesana kemari. Tantangannya adalah dibalik kuantitas keberperanan yang tinggi adalah semua itu ditangani dengan baik sehingga kualitas di semua peranan- nya juga tinggi. Merek dirinya akan terangkat jika kuantitas dan kualitas keberperanannya semuanya tinggi.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian In mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: balanced, compromising, peaceful, resourceful, sim- ple, forgiving , occupied, flowing , smooth, dan intermediary (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar pada tipe In sangat berbeda dengan kedela- pan kepribadian yang lain. Bahwa yang lain dalam proses belajarnya cenderung induktif, berangkat dari detail kemudian disimpulkan se- cara umum. Sedangkan tipe In cenderung menggunakan pola belajar deduktif. Ketahui dulu kesimpulannya baru kemudian diteruskan pada rincian. Maka pada setiap buku yang ia baca ia selalu merangkai dulu mencari kesimpulannya baru kemudian diuraikan detailnya. Sambil be- lajar dapat dibantu dengan suasana yang damai dan tenteram dengan dukungan musik latar yang lembut.
Cara membangkitkan motivasinya justru dengan jalan menghi- langkan segala macam tekanan yang menimpanya. Selesaikan satu per satu hingga akhirnya dia merasa lega dan tidak lagi punya trauma masa lalu. Setelah itu baru membimbingnya dengan pendekatan scaffolding. Dibimbing dari dekat supaya ia bisa naik tangga satu per satu.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu musik/performance, jasa, kulinary, agama/budaya/charity. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef,jurnalis, aktivis, pengetahuan umum, performance, spiritualis, birokrat, pelayan masyarakat, mediator, tangan kanan untuk semua po- sisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, atlit serba-bisa, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini pro- fesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Si adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merangkai, reflek, berkorban, dan otomatis. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh hal-hal yang ber- sifat umum sebagaihasil rangkaian atau gabungan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi, memerlukan reaksi spontan hasil reflek yang cepat, dan mengandung unsur-unsur berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, serta bekerja secara otomatis tanpa perlu dipikir ulang karenanya lebih cenderung kepada bidang-bidang kemanusiaan.
Sebagai pribadi yang utuh tipe In memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: spiritualis yang hebat namun juga individu yang galak dan temperamental, nalurinya tajam, dan pandai meramal namun peragu dan tidak punya prinsip, isi kepala lengkap sebagai generalis namun membuatnya tanggung tidak tuntas, ingin tenang dan bahagia tapi kurang assertive, sangat responsif, cepat, dan komprehensif namun dalam kontektualitas sebatas ad hock dan kurang jangka panjang, ju- jur dan polos namun seringkali naif. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Kemistri alamiahnya adalah selalu bahagia. Ia hanya merasa nyaman hidup dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan jauh dari masalah-masalah. Jika kebahagiaan itu berhasil didapatkannya maka ia mulai PERAN untuk memultitaskingkan pengabdiannya. Sebaliknya ia tidak akan bahagia jika ia tidak memiliki peran apa-apa. Keberhasilan hidupnya ditandai dengan perannya yang bermakna dan itu jugalah yang menjadi sumber kebahagiaannya.

Penjelasan Hasil Tes FEELING EKSTROVERT (Fe)


Penjelasan Hasil FEELING EKSTROVERT
Fe adalah singkatan dari Feeling extrovert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Fe su- dah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Feeling extrovert adalah jenis kepriba- dian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Ke- pribadian Fe ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan sosial yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan sosial atau disebut Soc-Q (Social Quotient).
Sistem operasi pada tipe Fe berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu- abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Limbik kanan abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Fe.
Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung dendrit lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ lebih malas untuk bergerak melakukan aktivi- tas kecuali ada pengaruh luar yang membangkitkan mood-nya untuk bersosialisasi
Mesin kecerdasan F sesungguhnya identik dengan pernafasan. Mereka memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat itu disebabkan karena orang F memiliki mesin yang besar. Mesin itu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar ini orang F dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah. Tipe Fe lebih bergantung kepada suplai baterai (charger) yang datang dari luar dirinya. Mesin yang besar itu harus dinyalakan dari luar namun begitu mesin menyala maka akan beraksi sedikit menggebu- gebu. Bentuk (konstitusi) fisik orang F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat. Karena mesinnya besar maka bentuk badannya terlihat lebar dan tebal. Akibatnya pada bagian punggung seperti ini lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fe mesin yang besar tersebut ditopang oleh tulang yang lebih kecil. Tinggi badan tipe Fe lebih pendek, sehingga lebih terkesan seperti pendekar (pendek dan kekar). Secara fisik ia dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya. Namun karena charger ba- terainya bersumber dari luar maka tipe Fe memiliki kapasitas perna- fasannya lebih dangkal.
Kekuatan pernafasan karena mesin yang besar tersebut dapat di- gunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon. Juga dengan pernafasan yang pan- jang tersebut secara mental ia memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik. Mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Bah- kan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Atau juga ia seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai. Namun khusus pada tipe Fe kemampuan daya jangkau pernafasan atau mental untuk berbagi perasaan bersifat lebih meluas. Menjangkau gabungan berbagai event jarak menengah atau memberi perhatian kepada lebih banyak orang.
Kematangan emosi tipe Fe disalurkan dengan melakukan kaderi- sasi kepada orang-orang yang disayanginya. Fokusnya adalah menjadi coach bagi orang lain. Menggembleng orang-orang yang disayanginya. Penyaluran emosi seperti ini mendorong ia menjadi seperti king-maker. Mencetak orang supaya menjadi yang terbaik kalau perlu sampai men- jadi raja. Kematangan emosinya lebih suka memberi jalan kepada orang lain untuk terjun memimpin sementara dirinya lebih senang duduk di belakang layar sebagai perintis atau pemilik. Panggilan alamiah tipe Fe lebih senang mendorong orang lain untuk melangkah setinggi-tingginya dengan bimbingannya. Ketika menggembleng ia memang memberi se- banyak yang ia bisa bahkan terkesan menggebu-gebu namun pada akh- irnya ia akan puas jika kadernya berhasil meraih mimpinya. Kelebihan- nya justru kepada kemampuannya membesarkan (magnifying) orang lain. Fase berikutnya ia menikmati pengaruhnya sebagai king-maker atau owner dari usaha yang dirintisnya. Tipe Fe menyukai menjadi tokoh tetapi jenis tokoh yang di balik layar.
Target pribadinya adalah kepada mencetak orang. Selalu berori- entasi kepada orang. Jiwa sosial tipe Fe memang cukup tinggi. Kepedu- liannya selalu ingin memperbaiki kemampuan SDM (sumberdayamanusia) dari masyarakatnya. Panggilan jiwanya sebagai mentor atau coach (pelatih) memberi makna yang besar dalam hidupnya. Ia merasa te- lah mengaktualisasi diri jika ada diantara kader-kadernya yang berhasil meraih mimpinya. Secara kepakaran pun tipe Fe terpanggil untuk men- jadi coach. Bahkan bermimpi menjadi coach yang termahal bayaran- nya. Meskipun begitu kerap kali tipe Fe lebih mengorbankan transaksi pembayaran upah jika aspek penggemblengan SDM nya terasa lebih menantang. Panggilan sosialnya untuk mengangkat SDM ditempatkan lebih tinggi dibanding transaksi komersialnya.
Pengaruh sosial yang menjadi batere baginya terkadang membuat tipe Fe menjadi begitu subjektif ketika mengukur sesuatu. Bahkan ketika ia menjalankan usaha proses kalkulasi bisnis terkadang terabaikan karena menggebu-gebu memperjuangkan apa yang disukainya. Argu- mentasinya kerap kali membawa-bawa pertimbangan sosial, meski se- sungguhnya karena ia suka. Dan letak kesukaannya ini didasari oleh dirinya yang mengukur keberadaannya secara sosial. Jadi kepentingan dirinya di mata sosial dan kepentingan sosial murni dapat beririsan. Ketika sudah suka maka ia akan membuat keputusan yang nekat, berani ambil risiko. Kurang hati-hati mempertimbangkan bahwa pada akhir- nya bisa jadi ia akan menjadi korban demi kepentingan orang lain. Begitulah tabiat dia dalam mengelola keuangan yang terkadang terlalu be- rani melangkah mengambil risiko yang terlalu besar sementara di balik keputusannya masih banyak unsur ketidakpastian.
Kegetolannya membangun SDM justru menciptakan merek bagi dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya untuk membangun tim pe- menang dan organisasi terbaik. Ia justru merasa gagal jika dirinya yang dialamatkan terhadap keberhasilan organisasi. Justru ia merasa berha- sil jika tim dan organisasinya telah menjadi yang terbaik di bidangnya dan bahkan sudah bisa dilepas sendiri menjalankan hasil tempaannya. Panggilan jiwanya selalu menginginkan karya tempaan atau hasil gem- blengannya tertanam dalam pada tim dan organisasi yang digemblengnya.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Fe mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur se- cara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut men- jadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap terse- but adalah: emphathy, tolerant, communicative, listener, symphatetic, persuasive, affectionate, refreshing, considerate, dan guiding (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar yang sesuai bagi tipe Fe adalah mendiskusikan mata pelajaran dengan guru/teman sambil memperbanyak item yang direview verbal. Bagaimanapun tipe F secara umum harus belajar menggunakan telinga. Ia harus menjadi pendengar yang baik. Namun bagi tipe Fe proses komunikasi yang interaktif lebih disukainya karena charger baterainya ada di luar. Dengan demikian diskusi menjadi pilihan terbaik bagi tipe Fe.
Motivasi belajarnya akan terjaga jika ia dipuji oleh orang lain apalagi oleh teman seumurnya. Ibarat seperti perempuan yang ingin belajar maka tipe Fe merasa lebih nyaman jika didampingi orang lain, apalagi jika orang yang mendampinginya adalah orang yang begitu be- rarti baginya. Menyediakan pendamping bagi tipe Fe sekaligus merupa- kan upaya untuk meningkatkan mood belajar .
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu psikologi, komunikasi, diplomasi, humas/promosi. Selanjut- nya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: politisi, eksekutif, lawyer, kesenian, investor, negarawan, trainer/public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan,, hubungan internasional, salesman,inspirator, motivator, psikiater, coun- selor, ideolog, personalia,birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Si adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merasakan, pernafasan, memimpin, dan mencintai. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan keterlibatan emosi termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati, secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau diaplikasikan dalam bentuk memerlukan semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, dan memerlukan kharis- ma dan kemampuan kepemimpinan, serta mampu menangkap simpati atau cinta orang lain atau pengikutnya sehingga para pengikutnya atau para pengagumnya tidak merasa cinta bertepuk sebelah tangan.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Fe memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: pendengar seperti ‘sponge’ namun sebenarnya berhati kenyal, peduli orang lain meski abai terhadap satu per satu persoalan orang lain, selalu ada misi baru namun terlalu mudah menyerah, jika sedang bersih hati mudah mendapat ilmu tinggi namun justru jarang membersihkan hatinya, memiliki kepasrahan yang tinggi namun sebe- narnya sikap itu datang dari malas berpikir dan menggampangkan ba- nyak hal. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup de- ngan sendirinya.
Jalur keberhasilannya justru terletak pada sejumlah KADER yang telah berhasil digemblengnya sebagai wadah untuk mengaktualisasikan panggilan jiwanya. Mengkader orang hingga berhasil mengeluarkan energi positif yang besar. Kemistri CINTA yang datang menghampir- inya bersamaan dengan kedatangan sumber energinya mesti disambut dengan suka cita. Jika banyak orang yang mengharapkan digembleng olehnya (didatangi cinta) maka orang Fe harus merespon secara positif (menerima cinta) agar siklus cintanya pada akhirnya membesar dengan sendirinya. Letak keberhasilannya justru sejalan dengan membesarnya siklus cintanya. Bagi orang Fe siklus cinta itu berarti seberapa banyak kadernya yang telah sukses dibina olehnya.

Penjelasan Hasil Tes FEELING INTROVERT (Fi)


Penjelasan Hasil FEELING INTROVERT
Fi adalah singkatan dari Feeling introvert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Fi su- dah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Feeling introvert adalah jenis kepriba- dian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Ke- pribadian Fi ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan emosi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan emosi atau disebut EQ (Emotional Quotient).
Sistem operasi pada tipe Fi berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Limbik kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Fi.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah tidak berhenti untuk tebar pesona atau memancarkan kharismanya sebagai pemimpin .
Mesin kecerdasan F sesungguhnya identik dengan pernafasan. Mereka memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat itu disebabkan karena orang F memiliki mesin yang besar. Mesin itu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar ini orang F dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah. Tipe Fi terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Fi seperti memiliki kekuatan emosi yang lebih kuat.Bentuk (konstitusi) fisik orang F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat. Ka- rena mesinnya besar maka bentuk badannya terlihat lebar dan tebal. Akibatnya pada bagian punggung seperti lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fi, karena charger baterenya ada di dalam maka seperti memiliki daya pancar emosi yang lebih kuat. Secara fisik ia dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya.
Kekuatan pernafasan karena mesin yang besar tersebut dapat digunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon. Juga dengan pernafasan yang panjang tersebut secara mental ia memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik. Mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Bahkan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Atau juga ia seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai.
Kecerdasan emosinya membuat ia menjadi matang secara emo- sional dan menjadi kaya hati sehingga mudah berbagi kasih sayang de- ngan orang lain. Faktor-faktor kekuatan emosional inilah yang mem- buat ia merasa terpanggil untuk menjadi pemimpin. Pancaran energi yang datang dari dalam untuk menyebarkan kekuatan emosinya mem- buat ia memang layak menjadi pemimpin. Jika tipe F nya dikemudi- kan dari dalam menjadi tipe Fi akan muncul sifat lebih percaya diri dan seolah bekal kekuatan emosinya tidak habis karena didorong dari dalm dirinya. Hal itu membuat Fi merasa nyaman menjalankan fungsi kepemimpinannya.
Modal kepemimpinannya yang kharismatik dan terpancar dari dalam maka kesehariannya selalu menebarkan pesonanya dan ketika lingkungan sekitarnya menerima kepemimpinannya maka itu sesuai dengan pengharapannya. Aktualisasi dirinya terjadi jika ia memi- liki fungsi kepemimpinan. Bahkan jika ia tidak mendapatkannya ia akan terus akan mencari jalan untuk kemudian dikukuhkan sebagai pemimpin. Pancaran kekuatan emosinya membuat ia disukai banyak orang (populer). Kepopulerannya adalah kelebihannya. Dengan modal kepemimpinan inilah ia menawarkan idealisme baru. Karena biasanya tipe Fi merupakan seorang ideolog yang memiliki pandangan visioner. Sumber ideologinya datang dari kematangan emosinya sejalan dengan jiwa perjuangannya. Kekuatan emosi berarti memahami kedalaman jiwa yang perlu diperjuangkan oleh dirinya dan masyarakatnya. Hal ini- lah yang membuat tipe Fi menargetkan visi tertentu untuk diperjuangkan bersama.
Salah satu jalan untuk memelihara pengaruhnya ialah dengan berkontribusi pada pengikutnya. Sebagai konsekuensi dari kasih sayangnya kepada pengikutnya ia kerap kali mengulurkan tangannya untuk membantu pengikutnya. Akibatnya dalam pengelolaan uang tipe Fi terlihat sangat bossy (seperti juragan). Ia mudah menolong orang lain dengan harapan itu akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin.
Kekuatan kepemimpinan sekaligus menjadi merek dirinya. Ia diberi merek sebagai sosok yang memiliki kepemimpinan yang baik. Untuk memiliki merek seperti ini tidak harus ia secara formal memimpin suatu organisasi tertentu bahkan secara informal merek kepemimpinan itu melekat pada dirinya. Jika tipe Fi tidak memiliki merek kepemimpinan maka ia seperti tercerabut dari akarnya, karena berarti sumber kekua- tan utamanya yang memancarkan emosi kasih sayang ke masyarakatnya berarti macet.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Fi mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: influencing, idealistic, leader, kindful, reflective, popu- lar, convincing, promoter, diplomatic, dan friendship-appeal (bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Proses belajar yang baik bagi tipe Fi adalah menjadi pendengar yang baik meskipun ia begitu tergoda untuk berbicara. Orang Fi suka ngomong dan menebar pesona dengan omongannya. Namun ia akan belajar lebih banyak jika ia mendengar. Maka ketika ia hadir di dalam kelas cukup ia berkonsentrasi mendengarkan penjelasan gurunya. Jika perlu penjelasan itu direkam dengan MP3 dan didengarkan berulang- ulang sampai dia dapat ‘feel’ nya. Karena bagi tipe Fi memang sulit berkonsentrasi dalam durasi yang lama sering terbawa-bawa pada sua- sana emosinya. Hasil rekaman yang didengarkan ulang itu membuat ia mendapatkan gambaran secara keseluruhan. Pendek kata orang F pada umumnya memang harus belajar menggunakan telinganya.
Motivasi belajarnya naik seiring dengan moodnya. Namun be- gitu ia mood maka seperti tidak ada yang menghentikannya. Jika lagi se- mangat akan terlihat semangat sekali namun jika lagi malas maka susah untuk memulai kembali. Oleh karena itu perlu ditempelkan sentuhan emosi setiap ia merasa kehilangan moodnya. Motivasinya yang naik turun tergantung kondisi emosi sesaatnya. Permainan perasaan untuk memelihara tingkat motivasi orang F memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu politik, kepemerintahan, hukum, kesenian. Selanjut- nya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: psikolog, komunikasi, diplomat, humas, promotor, inves- tor, negarawan, trainer/public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan,hubungan internasional, salesman,inspirator, motivator, psikiater, counselor, ideolog, personalia, lawyer, birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Fi adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu:merasakan, pernafasan, memimpin, dandicintai. Artinya juru- san atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang me- merlukan keterlibatan emosi termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati, secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau diapli- kasikan dalam bentuk memerlukan semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, dan memerlukan kharisma dan kemampuan kepemimpinan, serta dapat mengeluarkan jurus-jurus tebar pesona supaya dicintai lebih banyak orang.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Fi memiliki sisi-sisi diametral seba- gai berikut: semangat tinggi namun dibalik itu ingin dimanja dan diper- hatikan, halus dan lembut namun terkadang menyengat, pemimpin yang berkharisma namun kebiasaaan buruknya mudah tersinggung, penolong namun menghitung nilai balas budi, komunikator yang mem- pengaruhi orang lain namun komitmen terhadap ajarannya lemah, mampu berempati namun terkadang lamban beraksi. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Jalan keberhasilannya ditentukan oleh kemampuannya membuat PLATFORM untuk memperkuat pengaruhnya. Dengan platform itu- lah sosok Fi akan memiliki posisi tawar yang tinggi. Penting untuk di- garis bawahi bahwa platform yang ia bentuk seringkali platform yang diikat secara emosional. Oleh karenanya sejak awal set up platform tersebut harus didisain secara masak-masak agar dapat mewadahi visi yang diperjuangkannya. Tentu saja platform ini akan mudah runtuh jika tidak diberi energi positif yang maksimal. Apalagi jika platform tersebut senantiasa berubah-ubah demi kepentingan pragmatis. Padahal mem- bangun platform visioner itu memakan masa yang panjang. Meskipun orang Fi memiliki kemistri CINTA namun ia mesti mengikat kemistri cinta itu dengan sesuatu yang berdampak jangka panjang. Mengguna- kan kekuatan kharismanya ia harus menebarkan pengaruh, terutama visinya, untuk mendapatkan cinta dari pengikutnya. Oleh karenanya visi itu mesti diberi jiwa (sentuhan emosi) supaya lebih banyak orang yang terikat dengan kepemimpinannya.

Penjelasan Hasil Tes INTUITING INTROVERT (Ii)


Penjelasan Hasil INTUITING INTROVERT
Ii adalah singkatan dari Intuiting introvert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Ii su- dah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Intuiting introvert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam (intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar diri- nya. Kepribadian Ii ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas dan intuisi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan kreatif atau disebut CQ (Creativity Quotient).
Sistem operasi pada tipe Ii berada di belahan otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Otak kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ii.
Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung dendrit lebih banyak. Kerapatan yang le- bih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam keluar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus seperti diberi mesin roket untuk terbang ke angkasa bersama ide tersebut.
Mesin kecerdasan I sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebutrupanya merupakan ciri bagi orang Iyang mengolah makanan menjadi tenaga anaerobik dan disim- pan dalam otot yang berwarna putih. Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak- ledak. Itu mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak. Tipe Ii terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan Ii seperti memiliki daya ledak yang kuat. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) tebal juga orang Ii memiliki tubuh sebagai pe- nunjang bagi kepalanya untuk pergi terbang jauh bersama gagasannya. Oleh karena itu seringkali pada orang I secara umum memiliki bentuk bahu yang miring seolah-olah ibarat roket yang dipandu oleh kepal- anya, khususnya otak kanannya.
Perut panjang mengolah makanan secara rakus dan menyim- pan pada otot putihnya sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk melakukan sprint. Bergerak secara eks- plosif namun kemudian cepat habis. Namun pada kemudi yang intro- vert masih bisa didorong hingga mampu mencapai jarak menengah. Tetap tidak bisa untuk jarak jauh karena untuk yang ini hanya mung- kin jika menggunakan tenaga aerobik. Itulah mengapa orang I kurang suka main otot karena ia tahu bahwa pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik.
Tipe I lebih suka menggunakan kepala namun jenis kepala sebe- lah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri, kepala kanan justru lebih nyeleneh. Disebabkan fungsi kepala kanan- nya inilah, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya. Kemudian digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan membuat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain yang berada di lapangan atau di panggung. Jika tipe I nya dikemudikan dari dalam menjadi tipe Ii akan mun- cul sifat ingin serba sempurna. Hal itu membuat Ii menyukai berperan sebagai seorang penggagas yang menginisiasi atau memulakan peker- jaan dengan target melakukan perubahan atau memberi nilai tambah pada pekerjaannya. Kemampuannya menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian yang membuat tipe I berani mengambil risiko. Hal inilah yang membuat tipe I sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.
Jenis Ii memiliki kelebihan otomatis yang berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa mencari kualitas. Dan kualitas itu diciptakan dari pangkalnya, sehingga membuat tipe Ii sangat getol mencari penemuan- penemuan atau penciptaan-penciptaan baru. Kelebihannya justru ter- letak pada orientasinya untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Ia mencari kepuasan. Jika ciptaannya kemudian diakui sebagai penemuan baru maka baginya itu menjadi kepuasan yang tak terhingga. Demikian juga tabiatnya terhadap uang, ia akan membelan- jakan uangnya untuk berinvestasi terhadap kualitas dirinya atau ciptaan- nya agar ia memperoleh kepuasan secara berkelas.
Berkat kesungguhannya untuk menciptakan sesuatu yang baru itulah yang membuat ia hanya akan puas jika menghasilkan sesuatu yang signifikan (berbeda secara nyata). Harapannya selalu mencipta se- suatu yang baru sehingga pada akhirnya secara akumulatif ia berhasil mengubah keadaan dirinya atau lingkungannya secara signifikan.
Kemampuannya untuk selalu mencipta, memberi nilai tambah, menghasilkan perubahan yang signifikan, dan menjaga kesempunaan itulah yang membuat orang Ii memiliki merek yang melekat pada dirinya sebagai sosok yang memiliki kualitas kerja yang tinggi. Tipe Ii tidak mementingkan kuantitas (volume) tapi justru sangat mementingkan kualitas (menghasilkan marjin yang besar). Sehingga kesungguhannya untuk menjaga kualitas kerjanya menjadi jaminan bagi orang lain yang ingin bekerjasama dengannya.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Ii mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: learner, assertive, perfectionist, crafty, hard to please, proud, optimistic, deep, tenacious, dan selling valuable(bahasa Inggris dipertahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Dalam proses belajarnya ia selalu berfokus pada memahami kon- sep. Upaya untuk memahami konsep itu tidak mudah oleh karena itu jika ia dibantu dengan ilustrasi, grafis, dan film akan memudahkan bag- inya untuk memahami konsep dari setiap pelajaran. Kemudian proses belajarnya juga dapat ditransfer dari bahasa tubuh si pengajar. Oleh karena itu tipe Ii akan menyukai dosen atau guru yang ekspresif da- lam berkomunikasi baik dari aspek konten pilihan kata ataupun dari cara deliverinya. Konten pelajaran yang disukainya adalah konten yang menggugah keingintahuannya atau memberi inspirasi baru baginya. Juga ia menyukai cerita-cerita petualangan yang fiktif karena hal itu akan membuka cakrawala fantasinya. Pemberian motivasinya cukup dengan ditantang melihat masa depan yang lebih baik. Tipe Ii memiliki optimisme yang kuat dan juga keras kepala untuk memperjuangkan kemauannya. Dengan memvisu- alkan ‘big picture’ tentang masa depannya maka akan lebih mudah ia membangun sendiri rute keberhasilannya. Demikian pula dalam kegia- tan belajarnya, ia akan lahap membaca buku jika sudah melihat man- faatnya.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu marketing/periklanan, lifestyle/mode, penerbangan, agro- forestry. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau pro- fesi seperti pilihan berikut ini: pengusaha/investor, bisnis pendidikan/ pelatihan, penulis sastra, cinematrografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineer- ing, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertanding- an, penyembuh, cenayang, dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ii adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengarang, perut panjang, perubahan, danmenerbangkan. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, dan jenis jurusan atau profesi yang bernafaskan perubahan, serta memiliki ciri menerbangkan ide menjulang ke langit yang tinggi. Artinya menghendaki perubahan yang signifikan dan radikal.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Ii memiliki sisi-sisi diametral se- bagai berikut: berpikir positif namun sekaligus mengkhayal ala ‘time tunnel’ seolah-olah semua bisa terjadi, menyenangkan sebagai mitra bisnis namun tidak suka bicara pribadi, percaya diri sangat tinggi na- mun memacu ‘mesin’nya terlalu cepat seolah tanpa rem, atraktif dan estetik namun terkadang melewati jamannya, meski mahir membuat konsep tapi juga menguasai pekerjaan hilirnya namun menjadi terlalu masa-bodo dengan lingkungannya, terbuka dengan perbedaan penda- pat namun tetap keras kepala dengan keyakinannya. Oleh karena itu perlu berwaspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka se- cara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Disain keberhasilan hidupnya ditandai dengan kemampuannya menjalankan PROGRAM untuk menginkubasi ciptaannya. Idenya tidak pernah habis karena radar vertikalnya diberi roket dari dalam. Tipe I memiliki kemistri KATA atau berupa ilmu dan gagasan. Kata yang beru- pa ilmu dan gagasan tersebut akan mudah diadakan baginya. Namun ide saja tidak cukup. Karena ide itu harus diterbangkan setinggi-ting- ginya. Proses menerbangkan ide dimulai dengan cara mematangkan ide tersebut, dibuat infrastuktur untuk menerbangkan ide tersebut. Wujud konkrit mematangkan ide dan mempersiapkan infrastrukturnya yaitu jika ide tersebut telah mewujud menjadi program dengan segala prana- tanya. Semakin banyak program yang bisa digarap untuk merealisasi- kan mimpi-mimpi dan gagasannya semakin ia menemukan jati dirinya.

Penjelasan Hasil Tes THINKING EKSTROVERT (Te)


Penjelasan Hasil THINKING EKSTROVERT
Te adalah singkatan dari Thinking extrovert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai mesin kecerdasan. Menurut kon- sep STIFIn ragam mesin kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5 mesin kecerdasan tersebut. Identitas mesin kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika mesin kecerdasan digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (ekstrovert). Dengan demikian Te su- dah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai mesin kecerdasan lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Pengertian sederhana dari Thinking extrovert adalah jenis ke- pribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Kepribadian Te ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara meluas dalam bentuk pengendalian manajemen dan logika yang lebih efektif yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan logika atau disebut LQ (Logical Quotient).
Sistem operasi pada tipe Te berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasannya berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kiri abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Te. Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung dendrit lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi lebih beradaptasi dengan lingkung- an luarnya, karena dari lingkuangan luar itulah ia mendapatkan energi untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kirinya datang dari luar dirinya.
Mesin kecerdasan T sesungguhnya identik dengan tulang. Me- reka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (kons- titusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan volumenya lebih ke- cil dibanding tipe lain sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain. Akibatnya tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Tetidak memiliki baterai (charger) di dalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar. Hal inilah yang menyebabkan Te seperti memiliki tulang yang kurang tenaga. Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun orang T se- cara umum juga malas bergerak meskipun mereka sebetulnya mudah bergerak. Hal ini disebabkan pada mesin kecerdasan T tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Padahal penggunaan energi oleh kepala memakan energi yang besar. Disebabkan fungsi kepala yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesai- kan masalah hingga tuntas. Ia dapat menyusun serangkaian logika se- bagai metode untuk menyelesaikan masalah. Hal inilah yang membuat orang T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tang- gungjawabnya dapat diselesaikan dengan baik. Kemudian jika kemam- puan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh maka akan melahirkan kepribadian yang teguh dan keras kepala.
Jika tipe T nya dikemudikan dari luar ke dalam menjadi tipe Te akan muncul sifat-sifat utama yang adil, objektif, dan menerima argu- mentasi logika. Hal itu membuat Te menyukai berperan layaknya se- orang komandanyang memimpin dengan otoritas penuh untuk me- mastikan keadilan dan logika dapat berjalan secara efektif. Peranannya yang seperti komandan itu diikuti dengan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi yang baik. Organisasi akan dikelola seperti pabrik, atau seperti tentara, atau seperti birokrat, atau seperti atasan- bawahan karena otoritas sepenuhnya berada di tangannya. Cara or- ganisasi yang seperti inilah yang kemudian membuatnya berhasil dalam melipatgandakan hasil atau produksi.
Jenis Te memiliki kelebihan secara alamiah yang tercermin dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan. Memperlakukan pekerjaannya dengan mengendalikan proses secara tepat yang menimbulkan produktivitas pelipatgandaan.Kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan sukses untuk memper- oleh kekuasaan. Ia akan menjadi sangat terpukul jika pada akhirnya ia tidak diberi otoritas untuk mengambil keputusan. Targetnya adalah mendapatkan otoritas penuh. Dengan otoritas tersebut ia dapat men- gendalikan secara penuh jalannya organisasi.Iaakan mengendalikan organisasi dengan memberikan instruksi, pengarahan, dan briefing- briefing. Pendek kata ia pandai mengumpulkan kekuatan untuk meng- hasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Hal itu sejalan de- ngan tabiatnya terhadap uang. Tipe Te adalah tipe yang paling mampu mengelola keuangan dengan cara mengakumulasi atau mengumpulkan. Cara membelanjakan pengeluaran sebenarnya sangat rasional namun punya kemampuan taktis jika ia melihat ada peluang untuk mengaku- mulasi keuntungan.
Kemampuan kepemimpinan melalui managerialship-nya tipe Te sangat bagus. Bahkan ia diberi merek karena kemampuan mana- gerialshipnya yang efektif. Jika ada pertarungan untuk menunjukkan ke- mampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi agar organisasinya dapat selalu naik kelas karena selalu menciptakan produksi yang berli- pat ganda maka tipe Te lah sebagai sosok yang akan memenangkannya. Selain karena memang dirinya yang haus kemenangan juga karena me- mang managerialnya memang sistematis dan efektif.
Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Te mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terda- pat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh sifat yang tetap tersebut adalah: thoughtful, analytical, competitive, reserved, planner, positive, argumentative, forceful, formal, justice (bahasa Inggris diper- tahankan supaya definisinya tidak multi tafsir).
Pada umumnya orang Te tidak mengalami masalah dalam hal be- lajar. Pelajaran pada umumnya memerlukan cara kerja otak yang me- nalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada orang Te ia sudah terbiasa menalar bacaan untuk mendapatkan logika dengan membuat struktur dan skema yang memudahkan, karena orang Te sebenarnya tidak ingin terlalu jelimet. Otak kirinya selalu memerlukan ‘fooding’ dalam ben- tuk selalu berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhirnya menyebabkan orang Te menjadi orang yang paling berwawasan karena kumpulan buku yang dibacanya cukup lengkap, meski penguasaan setiap topiknya tidak terlalu men- dalam, namun ia sudah mendapat struktur berpikirnya pada setiap ba- caannya. Sehingga kemampuan terhadap pelajaran bukan berasal dari detail mikroskopiknya melainkan dari pengembangan wawasannya.
Cara yang paling efektif untuk memotivasi dirinya adalah diberi kesempatan untuk berkompetisi untuk mengalahkan yang lainnya. Ia merasa dibantu jika selalu dibukakan jalur kemenangan untuk menga- lahkan lawan-lawannya di berbagai peringkat. Dan sebaliknya ia mera- sa hampa dan geregetan jika ia tidak dapat bertarung karena ia merasa memiliki kapasitas untuk mengalahkan lawan-lawannya.
Prioritas utama jika ingin memilih jurusan dan memilih profesi sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu manajemen/kepemerintahan, manufacturing , properti, peter- nakan. Selanjutnya dapat dipilih diantara pilihan jurusan atau profesi seperti pilihan berikut ini: ristek, IT, bisnis pertambangan, ahli konstruk- si, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, fabrikan, perminyakan, penge- boran, programmer, dokter, apoteker, ekonom, manajer, dosen/guru, property,insinyur, fisikawan, kimiawan, konsultan managemen, tek- nokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, deve- loper, atlit (pertandingan), dll.
Mengapa memerlukan dan lain-lain karena semakin kesini profesi semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Te adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan meluas. Artinya jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi yang betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (spt atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang- bidang yang memerlukan logika umum yang meluas seperti manaje- men, menjadi komandan, atau birokrat.
Sebagai pribadi yang utuh tipe Te memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: menyukai kemenangan. seperti seorang penakluk namun kurang stamina untuk terus menerus bertanding, kebenaran empirik hanya datang dari pengalaman dirinya namun tidak suka ke- benaran dari nasihat orang lain, pandai mengakumulasi keuntungan dengan coverage yang luas namun kurang mahir dalam membuat pri- oritas jangka panjang, perannya sangat sirkulatif di semua entitasnya hanya sayang kurang pandai membaca aspirasi, memiliki siklus hidup yang dinamis namun terlalu normatif. Oleh karena itu perlu berwaspa- da dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahannya tertutup dengan sendirinya.
Disebabkan karena kemampuan pengendaliannya terhadap span of control yang besar, kemampuan logika umumnya, kemampuannya dalam melipatgandakan hasil, karakternya yang seperti tulang (atau iba- rat besi yang kokoh), bahkan keberadaan tulangnya yang lebih domi- nan dibanding ukuran badannya menjadikan orang Te akan jauh lebih sukses kalau ia memiliki PABRIK untuk menjalankan ‘mesin’nya. Orang Telebih mengkonkritkan usahanya dalam wujud yang nyata dalam bentuk pabrik akan mesin pelipatgandaannya dapat berjalan dengan baik. Orang Te memiliki kemampuan untuk meraih TAHTA dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaan- nya dikelola secara mekanistik seolah-olah seperti pabrik. Atau jika ia memiliki pabrik dalam pengertian yang sesungguhnya maka akan memiliki kedudukan di masyarakat sebagai tokoh yang layak diberi tahta yang lebih tinggi. Kebesaran pabriknya akan sejalan dengan ke- besaran tahtanya atau kekuasaannya. Karena pada dasarnya tipe Te memang menjadi orang yang paling dicari tahta, karena pada dirinya melekat kharisma pemegang otoritas. Jika diberi amanah akan dijalankan dengan baik.